1. Tetap Tenang dan Waspada
Jangan panik. Fokus untuk menjaga keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lain.
2. Nyalakan Lampu Hazard
Segera nyalakan lampu hazard untuk memberi tanda kepada pengendara lain bahwa ada masalah dengan kendaraan Anda.
3. Pindahkan Kendaraan ke Tempat Aman
Jika memungkinkan, dorong mobil ke pinggir jalan atau bahu jalan agar tidak mengganggu lalu lintas. Pastikan posisi mobil tidak membahayakan.
4. Pasang Segitiga Pengaman
Letakkan segitiga pengaman sekitar 10–20 meter di belakang mobil (atau lebih jauh jika di jalan tol) untuk memperingatkan kendaraan lain. Ini penting untuk keselamatan Anda.
5. Periksa Penyebab Mogok
Coba cari tahu penyebab mogok, misalnya:
- Apakah ada tanda-tanda aki lemah?
- Apakah indikator suhu mesin menyala?
- Apakah bahan bakar habis? Jika masalah sederhana, mungkin bisa Anda tangani sendiri.
6. Hubungi Bantuan
Kalau tidak bisa memperbaiki sendiri, segera hubungi:
- Layanan derek
- Bengkel langganan
- Asuransi mobil Anda (banyak asuransi menyediakan layanan darurat 24 jam)
7. Tetap di Tempat Aman
Jika harus menunggu bantuan, tetap berada di dalam mobil dengan pintu terkunci, terutama jika berada di area yang sepi atau rawan.
Catatan Tambahan
- Jika mogok di jalan tol, jangan mencoba memperbaiki mobil sendiri di jalur cepat. Hubungi petugas jalan tol lewat telepon darurat yang biasanya tersedia di bahu jalan.
- Selalu bawa perlengkapan darurat seperti kabel jumper, ban cadangan, senter, dan power bank untuk ponsel.
